Waktu kita tak banyak. Setelah ini kita akan bertemu dengan alam yang bernama akhirat. Alam panjang yang tak ada ujungnya. kekal. Mau tidak mau kita pasti akan meninggalkan dunia ini. Di sini kita hanya sementara. Di sini hanyalah tempat untuk mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya untuk kita bawa ke akhirat kelak. Bekalnya bukan uang, pangkat, gelar, anak, ternak, hasil bumi, dan lain sebagainya, tapi bekalnya adalah amal kebajikan kita. Semakin banyak bekal kebajikan yang kita kumpulkan, maka semakin mudah perjalanan akan kita lalui. Oleh karena itu, teruslah menggesa asa mengumpulkan pundi-pundi amal kita. Pelihara api kecil semangatmu hingga berkobar menjadi api yang besar. Menjadi api semangat yang mampu membumihanguskan segala bisikan keterlenaan.
Waktu kita hanya sedikit. Sekarang adalah waktunya beramal, sedang “esok” adalah waktunya perhitungan. Segala perbuatan kita akan dipertanggungjawabkan. Hanya orang cerdik yang mampu melaluinya. Yaitu mereka yang mampu mengalahkan hawa nafsunya dan beramal untuk negeri akhiratnya. Semua amal kita terekam jelas di CCTV ilahi. Nanti, kita menyaksikan setiap detik yang telah kita lakukan di sini.
Sungguh hina masa muda yang hilang dengan kesia-siaan. Dan waktu terus berjalan tanpa menghiraukan segala yang ada. Tidaklah sebuah pengharapan itu akan digapai hanya dengan berangan-angan, dan tidaklah kebahagiaan hidup sejati itu akan diraih dengan terus menunda-nunda. Lakukan sekarang! Sebelum waktu membunuh kita and your game is over.




